Tottenham Hotspur, Di Mana Semua Pemain Inggris Yang Hilang

Tottenham Hotspur Di Mana Semua Pemain Inggris Yang Hilang

Tottenham Hotspur, Di Mana Semua Pemain Inggris Yang Hilang

Kebijakan transfer musim panas Andre Villas-Boas ‘telah secara signifikan mengurangi kehadiran bakat pemain Inggris di Tottenham. Di tengah-tengah kesibukan kegiatan transfer di White Hart Lane musim panas ini, yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa The Lillywhites telah secara signifikan mengurangi jumlah pemain Inggris dalam skuad mereka. Mengapa Andre Villas-Boas menyisihkan pemain domestik dari skuadnya? Meskipun pada musim panas yang lalu banyak didominasi oleh spekulasi atas masa depan pemain bintang Gareth Bale, Spurs juga membuat berita utama menyusul biaya yang sungguh luar biasa yakni £ 100 juta  ditambah pembelannjaan transfer yang melimpah yang di lakukannya yakni mengontrak pemain seperti pemain depan AS Roma Erik Lamela, Playmaker Ajax Christian Eriksen dan striker Valencia Roberto Soldado.

Sementara tidak diragukan lagi bahwa penambahan pemain secara fantastis tersebut yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas dari sisi Spurs setelah mereka telah menetap ke dalam tim, harus dicatat bahwa beberapa pemain Spurs yang lama telah diizinkan untuk meninggalkan klub. Benoit Assou-Ekotto dan Clint Dempsey telah pergi, tetapi kepergian yang paling mengejutkan adalah pemain Inggris Scott Parker, Tom Huddlestone dan Steven Caulker. Memang, kemampuan teknis Parker tidak diragukan lagi semakin berkurang, tetapi dalam hal seorang Huddlestone, Spurs memiliki gelandang yang kreatif, dan Caulker salah satu bek muda yang paling menjanjikan di Inggris. Untuk menempatkan hal ini dalam pandangan yang perspektif, ketika Villas-Boas mengambil alih London utara pada Juli 2012, Tottenham memiliki setidaknya 13 pemain Inggris yang bisa dianggap sebagai bagian dari tim pertama yang telah dibentuk.

Dalam waktu yang cepat dalam beberapa bulan kemudian yakni November 2013 mereka menyisakan hanya sembilan pemain Inggris. Pada awalnya ini mungkin tidak memunculkan penurunan yang drastis, namun, dari sembilan pemain, hanya empat yang telah muncul secara teratur dalam starting XI untuk Spurs musim ini yakni Michael Dawson, Kyle Walker, Andros Townsend, dan Jermain Defoe. Selain itu, jika spekulasi dapat dipercaya, Defoe bisa berusaha untuk meninggalkan klub di bursa transfer Januari dalam rangka untuk mencoba dan mencari tempatnya di klub lain untuk Piala Dunia musim panas depan. Aaron Lennon telah berjuang dengan cedera-nya akhir-akhir ini, dan akan sulit untuk dapat masuk kembali pada skuad berbakat pada tim pertama. Yang terakhir, posisi Dawson juga bisa terancam sebagai bentuk baru penandatanganan Vlad Chiriches dan kembalinya Younes Kaboul dari cedera.

Melihat semua hal tersebut,  prospek dari pemain Inggris yang mendominasi Spurs di masa mendatang terlihat suram. Villas-Boas pun berusaha untuk membela  kebijakan transfer musim panas tersebut di mana tidak satu-pun ia mengontrak pemain Inggris musim panas ini ,dia mengklaim, ‘mustahil untuk menemukan ‘valuasi di Inggris . ” Sementara ini dan pasti mungkin terjadi, serasa mengecewakan melihat sebuah tim yang selalu memberikan kontribusi yang banyak bagi timnas Inggris di masa lalu namun tidak memiliki bakat yang diproduksi di dalam negeri. Meskipun pemain Inggris memiliki kecenderungan untuk menjadi terlalu tinggi, gairah dan keinginan dapat membuat mereka menjadi aset yang berharga dalam permainan derby besar. Ketika Spurs yang dengan malu-malu kalah 1-0 dari Arsenal pada bulan September, Villas-Boas mungkin menyesali keputusannya untuk membuang begitu banyak pemain Inggris dalam periode waktu yang singkat