Madrid Menderita Ketika Melihat Barcelona Sukses

Madrid Menderita Ketika Melihat Barcelona Sukses

Madrid Menderita Ketika Melihat Barcelona Sukses

Bek Barcelona asal Spanyol Gerard Pique melontarkan pernyataan pedas untuk sang rival yang sama-sama berasal dari tim Spanyol yakni Real Madrid yang merupakan tim ibu kota. Kesuksesan yang diraih Barca dalam beberapa tahun terakhir disebutnya telah membuat Madrid merasa menderita. Sejak beberapa tahun terakhir menjalani musim, Barca selalu menjadi tim yang superior dan sulit dikalahkan baik itu di Spanyol bahkan di Eropa dan juga seluruh jagat raya. Sentuhan pelatih terdahulunya Pep Guardiola jadi awal kesuksesan yang diraih tim Catalan itu, yang kemudian coba untuk diteruskan oleh mantan pelatih Tito Vilanova yang mundur karena alasan kesehatan dan Gerardo ‘Tata’ Martino di musim ini yang melatih Blaugrana.

Sejak tahun 2008 yang merupakan tahun pertama di mana Guardiola mulai melatih sebuah klub. Hingga musim ini total 16 gelar telah mereka raih di berbagai kompetisi. 16 gelar itu adalah empat titel La Liga, dua Copa del Rey atau Piala Spanyol, empat Piala Super Spanyol serta dua Liga Championslalu dua Piala Super Eropa dan dua Piala Dunia Antar Klub. Sementara di sisi tim rival Madrid dalam periode tersebut hanya mampu meraih empat titel juara antara lain satu gelar liga serta satu Copa del Rey dan dua Piala Super Spanyol. Melihat perbedaan trofi yang cukup jauh. Tak mengherankan jika Madrid hampir selalu melakukan manuver agresif di bursa transfer yang dibuka tiap bulan Juli dan juga Januari.

Dalam lima musim terakhir sejumlah pemain bintang didatangkan untuk meningkatkan kemampuan seperti Gareth Bale yang berasal dari Wales, Isco Alarcon pemain muda Spanyol, Luka Modric pemain asal Kroasia, Angel Di Maria pemain asal Argentina, Cristiano Ronaldo yang merupakan pemain mega bintang dan juga Xabi Alonso yang pernah membela Liverpool. Begitu juga di sektor pelatih. Di mana sosok sekelas Jose Mourinho yang pernah duduk di kursi panas hingga digantikan oleh Carlo Ancelotti. “Bagi Real Madrid hal ini sangat sulit untuk mereka jika melihat rival utamanya memenangi begitu banyak trofi dalam 5 tahun silam. Itu telah jadi topik kita selama beberapa musim terakhir dalam hal Mata.”

“Ini benar-benar menyakitkan untuk mereka lihat. Anda harus bisa menerima kenyataan bahwa Anda kadang-kadang menang dan kadang-kadang kalah di pertandingan.” “Ini adalah siklus dan untuk saat ini Barca yang unggul. Rivalitas antara tim kami adalah rivalitas bersejarah dan Anda selalu ingin melihat rival utama Anda menderita dalam berbagai situasi.”  Madrid beberapa tahun sebelumnya juga pernah mengalami masa jaya tepatnya di masa pergantian milenium. Di kurun waktu tersebut, mereka memenangi 12 gelar di antaranya dua titel liga Spanyol, satu Piala Spanyol serta dua Piala Super Spanyol di kompetisi domestic, tiga Liga Champions dan dua Piala Super Eropa di kompetisi benua biru dan dua Piala Interkontinental di kompetisi antar benua.

Musim ini, Los Blancos masih tertinggal lima poin dari Barca yang berada di puncak klasemen dan Atletico Madrid yang berada di peringkat kedua. Sementara di dua kompetisi lainnya yakni Copa del Rey dan Liga Champions. mereka masih terus melaju ke babak selanjutnya.